Para manajer Chelsea Roberto di Matteo

Para manajer Chelsea Roberto di Matteo telah menyatakan frustrasi dengan kemajuan timnya melalui pra-musim setelah formulir kendur juara Eropa dipertahankan dengan kekalahan di Brighton & Hove Albion Sisi Kejuaraan mengeksploitasi kelemahan dalam apa yang secara efektif merupakan pilihan pertama pertahanan Chelsea untuk menang di stadion Amex meninggalkan Di Matteo, yang bekerja dengan skuadnya telah terhambat oleh beberapa pemainnya yang cara mendaftar sbobet diberikan tambahan waktu pemulihan setelah Euro 2012 dan dengan orang lain masih absen di Olimpiade, sadar bahwa Community Shield bentrokan dengan Manchester City sekarang hanya seminggu lagi.

Sementara banyak telah dibuat dari kebutuhan untuk mengintegrasikan pemain menyerang baru ke dalam lineup, klub London itu telah muncul seperti biasanya kendur di belakang dan sekarang telah gagal untuk menjaga kebobolan dalam lima pertandingan pra-musim, kebobolan 10 kali perjalanan. “Tentu saja ada kekhawatiran ketika Anda mengakui,” kata Di Matteo. “Banyak tujuan kita membiarkan sejauh ini telah turun ke kesalahan individu, dan saya berharap kami akan memotong mereka ketika kita masuk ke dalam irama liga dan kebugaran sana lagi Tapi kita butuhkan. bekerja keras minggu ini.

“Saya mengharapkan lebih dari tim saya di luar sana, tentu dalam hal urgensi mereka dalam permainan Kami membutuhkan gerakan sedikit lebih,. Juga. Saya sedang mencari kinerja yang lebih baik dari yang kami berikan. Saya pikir kita terlalu menggeliat, terlalu lama untuk menerapkan menekan kami, dan tidak pernah cukup agresif untuk mendapatkan bola kembali dengan cepat. Ketika kita memang memiliki bola, tidak ada gerakan yang cukup Jadi ada banyak hal yang tidak benar. Kami akan perlu lebih fokus dan memiliki urgensi lebih dalam permainan minggu depan melawan City, dan harus memperhatikan sedikit lebih dan lebih tajam Sedikit lebih agresif.

”Gol dari pemain sayap Valencia Vicente mantan, Ashley Barnes dan Andrew Crofts, pendatang baru dari Norwich, dijamin Brighton sukses mereka setelah Frank Lampard telah mereda tim tamu unggul. Wayne Bridge, yang dipinjam di Amex dari City, ketinggalan pertandingan karena cedera dan karena itu terhindar konfrontasi berpotensi canggung dengan John Terry, yang bermain sedikit lebih dari satu jam. Fernando Torres membuat start pertamanya pra musim dan berlangsung 79 menit, dengan 32m £ menandatangani Eden Hazard bermain seluruh permainan jika hanya menampilkan kilatan kualitas.

dan dikutib oleh Bandar Bola.Di Matteo menekankan bahwa persiapan timnya adalah terus-menerus, dengan keadaan berkarat mungkin masalah terbesar mereka, dan masih ada kemungkinan juara Eropa memasuki kembali pasar transfer sebelum akhir bulan. Beberapa 70m £ telah dihabiskan sudah – tentang Eden Hazard, Oscar, Thorgan bahaya dan Marko Marin – dengan bunga dipertahankan dalam Hulk di Porto dan Spanyol Marseille bek kanan, Cesar Azpilicueta. “Setiap pemain akan tergantung apakah ada kesempatan yang baik,” kata Di Matteo. “Jika tidak, saya senang dengan skuad Kami akan membaik..” Pemain lapis belum bisa dipotong dari skuad, dengan Florent Malouda – yang telah memasuki tahun terakhir kontraknya – dan Josh McEachran dihilangkan dari skuad untuk pertandingan Brighton dan kiri untuk melatih di Cobham. McEachran, seorang Inggris di bawah 21 internasional, diperkirakan akan pindah ke klub Liga Premier saingan pinjaman untuk mendapatkan tim utama pengalaman.

Continue Reading

Menebak Alur Drama Dua Babak di Jakabaring

Menebak Alur Drama Dua Babak di Jakabaring – Drama akan tersaji di Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Jumat (7/11). Persipura Jayapura dan Persib Bandung akan melakonkan dua babak demi menentukan siapa yang terbaik di Indonesia Super League (ISL) 2014.Laga cara mendaftar sbobet belum dimulai, masih ada kesempatan untuk mereka-reka alur dari drama tersebut. Mereka yang sepanjang tahun ini memantau, menikmati dan terhanyut larut di alur liga Indonesia memang punya hak untuk langsung menebak hasil akhirnya. Tapi, ini partai terakhir dari liga yang selalu diliputi ketidakpastian dalam setiap fasenya.

Mulai penentuan jadwal kick off pertama di fase penyisihan, babak delapan besar, semifinal hingga final, selalu dibayangi perubahan yang mendadak.Rasanya, sayang kalau puncaknya tidak kita nikmati secara perlahan.Selayaknya drama sebuah final, lima babak sudah disiapkan. Dua babak berdurasi 45 menit, disambung 2×15 menit hingga babak adu penalti. Tapi, melihat Persipura dan Persib, rasa-rasanya kita tidak akan menikmati drama final full version lima babak. Sepertinya cukup dua babak saja.Babak Pertama, Kehati-hatian dan Tempo Memang, “Mutiara Hitam” dikenal memiliki kecepatan yang mengagumkan dari para pemain Papua.

Benar, auman “Maung Bandung” di laga-laga sebelumnya kerap diawali dengan memainkan umpan pendek dan terobosan cepat dari winger mereka. Tapi mental di partai final tentu membuat pertandingan akan berbeda.Tidak pernah bertemunya kedua tim di musim inilah yang cara daftar ibcbet membuat laga akan melambat. Pergerakan bola akan penuh kehati-hatian, karena keduanya sama-sama meraba-raba celah mana yang dimiliki lawan.Hal lain yang membuat kaki-kaki cepat itu berjalan lambat adalah beratnya beban sejarah yang diusung.

Persipura ingin memecahkan mitos sejarah Liga Indonesia; tak pernah ada juara bertahan mampu mempertahankan gelarnya. Sementara Persib, ingin melepaskan label “klub yang hanya besar di sejarah”. Ya, “Pangeran Biru” ini sudah puasa gelar 19 tahun.Dari situ terlihat, dua tim bermodal kecepatan malah akan sama-sama melambat. Maka tempo yang memegang peranan. Siapa yang mampu mengatur tempo permainan di 45 menit awal ini, dia pengendali tali kekang permainan.Jika Persib mampu mengatur tempo, maka trio Papua, Titus Bonai, Ian Louis Kabes, dan Boaz Solossa setidaknya bisa diredam. Memancing ketiganya agar tak mengeksplorasi kecepatannya bergantian posisi dan cutting inside? Ya berlama-lamalah dengan bola saat menguasainya.

Memainkan possession yang lambat sembari mencari celah.Pelita Bandung Raya (PBR) di semifinal lalu saja mampu menahan Persipura tanpa gol di 45 menit awal. cara daftar sbobet Persib setidaknya bisa belajar dari saudara sekotanya yang secara fakta sulit mereka kalahkan.Lantas bagaimana dengan Persipura? Kalau mereka mau melambat, ada celah dari Persib. Tim asuhan Djadjang Nurdjaman ini sepanjang musim hampir tak pernah mau ditekan. Apalagi bermain bertahan. Begitu lawan menguasai bola, tekanan akan langsung dilancarkan dan berusaha merebut bola guna dikirimkan ke depan yang sudah ada Ferdinand Sinaga.

Kalau Persipura mau, mainkan saja tempo. Persib akan terpancing dengan memberi pressing dari satu atau dua pemainnya. Saat inilah koordinasi lini pertahanan mereka berkurang. Untuk main dengan tempo, Robertino Pugliara lebih punya naluri ini. Metu Duaramuri laiknya memilih Lim Jun Sik yang diparkir jika ia bingung karena batasan tiga pemain asing di lapangan.Pertanyaannya adalah, siapa yang berani bermain melambat duluan? Persipura atau Persib? Atau keduanya sama-sama gengsi karena ogah melambat dengan kecepatan yang mereka miliki?Babak Kedua, RotasiSetelah sama-sama mengantongi kelemahan lawan dari 45 menit awal, strategi di ruang ganti akan menjadi kunci. Hasilnya, tentu akan ada rotasi.

Urusan rotasi, kedua cara daftar poker tim sama-sama punya pemain berlabel supersub. Ferinando Pahabol dan Ricki Kayame dari kubu “Merah Hitam”, sementara di bench Persib, Atep yang kerap menjadi pahlawan dari bangku cadangan.Kalau Brasil punya Garrincha dan dijuluki si “Burung Kecil”, maka Pahabol adalah “Cendrawasih Mungil”. Bukan maksud menyejajarkannya. Tapi dribble Pahabol boleh dibilang Garrincha banget; lompat-lompat pendek, tiba-tiba berlari dan sepersekian detik berhenti.Dan yang paling layak ditakuti dari Pahabol adalah senyum khasnya. Menyengir! Bola terebut lawan atau tendangannya melebar jauh pun, ia tetap mengeluarkan senyum mautnya itu. Senyum yang kadang terlihat mengejek bek-bek lawan yang saling bertubrukan sendiri karena gocekannya.Kalau Kayame, dia jago dalam memanfaatkan peluang akibat lengahnya pertahanan lawan.

Dia memang tak secepat Boaz atau Pahabol, tapi akurasi tendangan dan ketenangannya dalam memanfaatkan peluang kerap menjadi penentu tiga poin bagi Persipura.Sementara Atep, ia kerap terlihat menjadi skema pakem cadangan Djadajang Nurdjaman. Dimasukkan kalau Persib buntu dan rata-rata dimasukkan antara menit 55-70. Namun sebenarnya, dapat kita lihat Djadjang memang sengaja menunggu bek sayap lawan lelah karena mengejar Tantan dan Ferdinand di paruh pertama. Atep yang punya kecepatan dan tenaga lebih cara mendaftar sbobet banyak, punya tugas mudah untuk menusuk dan memecah kebuntuan.

Yang patut diwaspadai oleh Persipura terkait Atep adalah cannon ball-nya. Jangan beri ia ruang tembak meskipun dari jarak 30 meter.***Kalau alur sudah ketebak, lazimnya kini kita hanya diliputi pertanyaan, “Siapa yang akan menang?”.Jawabannya? Ya tergantung pilihan di atas tadi. “Siapa pengendali tempo di babak pertama dan cerdik memanfaatkan rotasi di babak kedua, dia pemenang drama final ini. Tanpa perlu menunggu tiga babak cadangan yang sudah disiapkan Laws of the Game.

Continue Reading